PERJALANAN KE TANAH PERJANJIAN


Hidup kita didunia ini merupakan sebuah perjalanan panjang (walaupun ada yang pendek??) menuju tanah yang dijanjikan Allah yaitu Tanah Perjanjian atau kita sebut Sorgawi (Promised land). Masalahnya bagaimana kita sebagai orang-orang muda atau orang-orang percaya dapat sampai ke tanah yang dijanjikan (sorgawi)itu?. Bukan hanya kita berusaha berjalan untuk sampai ketanah Perjanjian itu, tetapi juga bagaimana kita dapat mengisi perjalanan ketanah Perjanjian itu dengan baik dan berkenan kepada-Nya. Karena itu marilah kita belajar dari seorang yang bernama Abraham. Abraham dipanggil Tuhan untuk keluar dari negerinya menuju ke tanah yang di janjikan Tuhan dalam hidupnya.

Hal ini merupakan suatu tantangan yang tidak mudah untuk di jalani, karena kita tahu bahwa Abraham bukanlah orang yang miskin atau orang yang tidak punya apa-apa (Kej 12:5) dengan kata lain Abraham dipanggil bukan karena mengangur dan tidak punya prospek, tetapi Abraham tetap taat. Didalam perjalanan Abraham bersama seluruh keluarganya kita tahu Abraham tidak pernah mengeluh atau bersungut-sungut akan apa yang mereka hadapi dalam perjalanan tersebut, bahkan kita tahu bahwa Abraham sedikitpun tidak pernah terbersit dalam pikirannya untuk pulang kembali ke kampung halaman atau ke negerinya (Ibrani 11:15-16) walaupun ada kesempatan untuk itu. Akhir dari cerita tentang Abraham kita tahu bahwa dia mengalami berkat-berkat Allah yang luar biasa bahkan dia mendapatkan tanah yang di janjikan Allah (Promised Land)baginya (Ibrani11:9). Bahkan Allah sangat berkenan kepada Abraham sehingga dia tidak malu di sebut sebagai Allah Abraham (Ibrani 11:16). Bahkan Abraham disebut sebagai sahabat Allah (Yak 2:23). Pertanyannya sekarang bagaimana Abraham dapat memperoleh semuanya itu?



Apa yang Abraham lakukan/buat dalam perjalanannya menuju Promised Land ?



1. Abraham percaya sepenuhnya kepada Allah bahkan kepada janji-janji-Nya (Kej. 12:1-4)=>lalu pergilah Abraham (Roma 4:3).
2. Abraham selalu mengadakan persekutuan pribadi dengan Tuhan (Yesaya 51:2)ketika sendirian, (Kej.18:23-33) =>Abraham berdoa syafaat untuk Lot dan keluarganya.
3. Abraham memegang prinsip “Taat saja tidak perlu tahu” (Ibrani 11:8). Bukan tahu dulu baru taat ! lihat, peristiwa dimana Abraham harus mempersembahkan anaknya Ishak kepada Tuhan (Kej. 22:2-10).
4. Walaupun Abraham tahu Allah memberkatinya senantiasa tetapi Abraham tetap punya Planning/rencana visi di dalam hidupnya bahkan sampai akhir hidupnya di dunia Abraham sudah punya rencana akan dikuburka dimana dia.(Kej 25:7-10) => Abraham membeli tanah untuk kuburannya dari Bani Het di dalam Gua Makhpela.



Lalu apa yang Abraham dapat dari akhir perjalanannya menuju Promised Land ?

Menjadi orang yang di kasihi Tuhan (Yes. 41:8).

Menjadi orang yang di percayakan Tuhan (Luk. 16:22).

Menjadi Bapak dari semua orang percaya di seluruh bangsa di muka dunia ini (Roma 4:16-17).

Menjadikan namanya termahsyur serta menjadi berkat buat orang lain (Kej. 12:2-3).

Abraham menjadi SAHABAT ALLAH ( Yak. 2-23) bandingkan dengan (Yohanes 15-15) kita juga diangkat menjadi SAHABAT ALLAH.

Mungkin kita berkata ok! Abraham bisa begitu karena dia adalah orang spesialnya Allah. Tetapi apa yang Alkitab katakan tentang Abraham dan juga kita yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dalam Roma 4:23-25; Kata-kata ini, yaitu “Hal ini di perhitungkan kepadanya”. Tidak di tulis untuk Abraham saja, tetapi di tulis juga untuk kita, sebab kepada kitapun Allah memperhitungkan, karena kita percaya kepada DIA yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati…artinya kita bisa seperti Abraham bahkan lebih lagi … Haleluya Enjoy your trip to Promised land!