FATHERING & SONSHIP 1



Kita sering mendengar bahwa gereja harus memberkati kota. Tetapi bagaimana hal itu bisa terjadi kalau kita belum memulai sebuah pemulihan di dalam sebuah keluarga yang di dalamnya telah ditegakkan FATHERING (pembapaan) & SONSHIP (keputeraan) yang sebenarnya berbicara tentang hubungan / relationship.
Oleh sebab itu untuk memberkati kota kita harus mempersiapkan sebuah generasi selanjutnya (the next generation) yang dibapai dengan baik dan benar.

Fathering (pembapaan) menjadi seorang bapa dengan memberikan perhatian, rasa aman / proteksi, nasehat, kenyamanan, dan apa saja yang menjadi kebutuhan kepada anak-anaknya di dalam sebuah hubungan yang dekat.

Sonship (keputeraan) menjadi seorang anak dengan memiliki DNA yang sama dengan bapa dan memiliki hak waris.

Pertanyaannya ?

Siapa yang harus mempersiapkan THE NEXT GENERATION ?

1. Gereja Tuhan
Sementara ini kita melihat bahwa ada cukup banyak organisasi gereja yang tidak mempersiapkan generasi selanjutnya karena gembala / pimpinan dari gereja tersebut merasa tidak aman ( insecure ) bila muncul orang-orang muda / generasi selanjutnya yang berpotensi dan mempunyai kapasitas yang jauh lebih besar daripada pemimpin tersebut. Mengapa ? Hanya alasan takut tersaingi !
Apa yang akan terjadi bila kepemimpinan seperti ini berakhir (mungkin pemimpin tersebut sudah lanjut usia / tidak bisa beraktivitas secara maksimal lagi atau bahkan dipanggil Tuhan) ? Saya bisa menjawabnya, tidak ada yang bisa melanjutkan kepemimpinannya karena tidak ada generasi yang dipersiapkan sebelumnya. Atau bisa dilanjutkat tetapi mungkin terjadi perebutan kepemimpinan sehingga terjadi sesuatu yang tidak diharapkan (bisa saja ada pemimpin tetapi tidak maksimal kepemimpinannya).

John Maxwell (seorang pakar leadership) mengatakan justru saat kita mampu mempersiapkan the next generation dengan menggali potensi-potensi yang ada pada mereka dan memperbesar kapasitas mereka bahkan melebihi apa yang ada pada kita sendiri berarti kita telah menjadi seorang pemimpin yang berhasil.

Tidak menjadi masalah kalau kita mempersiapkan anak kandung atau saudara-saudara kita di dalam panggilan Tuhan menjadi penerus di dalam pelayanan tersebut, kalau memang mereka ada panggilan tersebut. Tetapi bagaimana kalau yang dipersiapkan itu tidak ada dalam panggilan ini ? Jangan memaksakan untuk mempertahankan posisi tersebut karena dengan beberapa motivasi yang ada dan kita takut orang lain yang bakal menggantikan posisi tersebut. Lebih baik yang menjadi calon penerus pelayanan di dalam pelayanan kita menjadi businessman tetapi maksimal (berdampak di market place) diberkati dan menjadi berkat bagi gereja daripada menjadi penerus di dalam sebuah kepemimpinan di gereja tetapi dia tidak maksimal.

Yosua bukan anak kandung dari nabi Musa, tetapi karena Musa tahu bahwa Yosua berpotensi dan mempunyai kapasitas untuk memimpin bangsa Israel di dalam perjalanan di padang gurun menuju tanah Kanaan. Musa mempersiapkan Yosua untuk melakukan hal besar tersebut.

Oleh sebab itu sebagai pemimpin yang bijaksana baiklah kita memberi kesempatan bahkan mempercayakan apa yang bisa dikerjakan kepada generasi yang selanjutnya yang berpotensi, mempunyai kapasitas dan dapat dipercaya tentunya; dan semuanya untuk kemuliaan Tuhan.

2. Keluarga
Keluarga adalah rancangan Tuhan. Kalau kita melihat di dalam Alkitab, awal dari Perjanjian Lama dimulai dengan “keluarga” yaitu di dalam Kitab Kejadian dan diakhiri dengan “pemulihan keluarga” di dalam Kitab Maleakhi. Di dalam Perjanjian Baru dimulai dengan “keluarga” yaitu silsilah Yesus Kristus di dalam Injil Matius dan diakhiri dengan “Perjamuan kawin Anak Domba” yang juga ada hubungannya dengan “keluarga” di kitab Wahyu. Jadi keluarga adalah rancangan / ide Tuhan dan merupakan prioritas bagi Tuhan. Dan yang Tuhan inginkan anak-anak atau generasi selanjutnya merupakan keturunan Ilahi. (Maleakhi 2:15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! )

Ini adalah tugas daripada setiap orang-tua untuk mempersiapkan generasi selanjutnya dengan membapai / mendidik anak-anaknya di dalam takut akan Tuhan. Mempunyai dan terus membina sebuah hubungan / relationship yang dekat antara bapa dan anak.

Kejadian 13:15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.=(Abram)
Kejadian 17:8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka." =(Abram)
Kejadian 26:3 Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu. =(Ishak)
Kejadian 28:13 Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. = (Yakub)
Kejadian 35:12 Dan negeri ini yang telah Kuberikan kepada Abraham dan kepada Ishak, akan Kuberikan kepadamu dan juga kepada keturunanmu." = (Yakub)

Kalau kita melihat kembali beberapa ayat yang telah dibacakan tadi, Tuhan memberikan suatu negeri kepada Abram dan juga kepada keturunannya / generasi selanjutnya. Oleh sebab itu persiapkan the next generation dengan baik dan benar. Mengajar mereka takut akan Tuhan seperti yang tertulis di dalam ……

Ulangan 6 : 6-7 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.


”Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada
bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah”
Maleakhi 4:6

Dalam Maleakhi 4:5-6 dikatakan bahwa jika tidak ada kesatuan dalam keluarga maka Allah akan memukul bumi hingga musnah (terjemahan bahasa inggris = smite the land with a curse = memukul bumi dengan kutuk). Berapa banyak keluarga Kristen yang telah hancur karena mereka tidak berjalan di dalam destiny / tujuan yang telah Tuhan tentukan bagi mereka ? Ide keluarga itu datangnya dari Allah sendiri. Oleh sebab itu kalau kita ingin keluarga kita dipulihkan kembalilah kepada sang empunya ide “keluarga” itu, yaitu Allah kita di dalam nama Yesus.

Dalam Lukas 1:17 dikatakan bahwa “dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." Elia berarti Jehovah is my father. Di dalam maleakhi 4:5-6 tertulis hati anak-anak kembali kepada bapa-bapanya tapi dalam Lukas 1:17 dikatakan hati orang-orang durhaka ( disobidient ) kepada pikiran orang benar.

Jadi Inilah masalah utama anak-anak sekarang ini seperti yang tertulis didalam Matius 7:21-23 yaitu PEMBUAT KEJAHATAN = INIQUITY = WITHOUT LAW = LAWLESSNESS atau KETIADAAN HUKUM. Banyak sekali orang sekarang ini tidak bisa tunduk kepada otoritas diatasnya karena mereka kehilangan figure bapa.