THE FINAL TEST

Ini adalah analisa seorang pengamat :
Seorang pengamat yang jeli pernah menyatakan bahwa pameran kekayaan dewasa ini adalah bukan karena dorongan alamiah, tetapi secara sistematik mereka dirangsang untuk itu. (Zionisme, Gerakan Menaklukkan Dunia, ZA Maulani)



UJIAN TERAKHIR SEBELUM PENGANGKATAN
Sudah banyak hamba Tuhan menubuatkan bahwa sebelum pengangkatan itu terjadi, anak-anak Tuhan akan diberi kelimpahan dahulu, bahkan kemakmuran, apapun situasi perekonomian dunia. Saya percaya itu benar, dan itu sedang dan akan digenapi. Pasti!
Tetapi perhatikanlah bahwa Tuhan Yang Maha Baik itu juga menggunakan banyak hamba Tuhan untuk berteriak-teriak seperti ini : 'Persembahkanlah tuaianmu, entah itu tuaian jiwa atau materi kepada Tuhan'. Atau begini : 'Yang biasa nonton sinetron 3 jam, cobalah pakai waktumu untuk kunjungan ke rumah sakit. Yang biasa kerja 8 jam setiap hari, cobalah sediakan waktu untuk baca Alkitab setidaknya 8 pasal sehari. Ibu-ibu yang biasa beli tas 'Prada' atau 'Hermes' sebulan sekali, cobalah beli tas setahun sekali dan uangnya untuk pekerjaan Tuhan...dan seterusnya.
Sebenarnya apa yang sedang terjadi ? Bukankah semua kelimpahan kita itu berasal dari Tuhan ? Betul. Bukankah kita boleh menikmatinya ? Betul. Lalu apa maksud Tuhan ? Apa Tuhan tidak konsisten ? Untuk mengerti semua ini, saya mau bentangkan kepada anda, apa yang terjadi di alam roh, pada ujung akhir jaman ini.



PENYINGKAPAN MASA DEPAN
(David Wilkerson)
'Pencobaan utama untuk orang-orang Kristen zaman akhir ini adalah kemakmuran. Alkitab memperingatkan bahwa pada akhir zaman banyak orang Kristen mengikut Tuhan dengan separuh-separuh saja, mereka akan kaya dan makmur sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi. Memang tidak jahat atau berdosa untuk menjadi kaya dan berhasil. Kebanyakan tokoh-tokoh Alkitab di Perjanjian Lama adalah orang-orang yang kaya. Abraham mempunyai ternak amat banyak dan kaya dalam emas dan perak. Ayub kaya luar biasa dan memiliki 7000 kambing domba, 3000 unta, 500 pasang sapi, 500 ekor keledai betina, juga mempunyai banyak pelayan dan rumah besar. Tentu saja Allah tidak menentang kekayaan dan kemakmuran, karena Alkitab mengatakan bahwa Ia 'menginginkan keselamatan hambaNya' (Mazmur 35;27)

Namun demikian, saya melihat berjuta-juta orang Kristen disesatkan oleh kekayaannya. Orang-orang Kristen terakhir akan menderita oleh kekayaan dan lebih banyak diuji olehnya daripada oleh kemiskinan.
Dalam vision saya, saya melihat Iblis muncul di hadapan Allah untuk terakhir kalinya, seperti yang dilakukannya ketika menuduh Ayub seperti tertulis dalam Alkitab. Tetapi kali ini ia datang untuk minta izin mencobai orang Kristen zaman akhir. Inilah yang saya saksikan :
Dan Tuhan berkata kepada Iblis: 'Darimana engkau?'
Iblis menjawab; 'Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi untuk mengamati orang-orang Kristen terakhir'
Dan Tuhan berfirman kepada Iblis : 'Sudahkah engkau memperhatikan betapa saleh dan jujur, betapa takut akan Allah dan mengasihi Kristus mereka itu ? Bagaimana mereka melarikan diri dari komplotanmu yang jahat itu ?
Lalu jawab Iblis kepada Tuhan ; 'Benar, tetapi singkirkanlah pagar yang Kau bangun sekeliling mereka. Ayub tidak mau meninggalkan Engkau dalam kemiskinannya, tetapi coba mengayakan dan memberkati semua orang Kristen terakhir itu jauh melebihi segala kekayaan Ayub dan lihatlah apa yang terjadi. Jadikan semua orang Kristen terakhir itu makmur seperti Ayub. Dirikan bagi mereka rumah-rumah baru yang mentereng, berikan pada mereka mobil yang indah-indah, uang dan semua alat perkakas yang mereka perlukan. Banjirilah mereka dengan mobil, rumah, kapal, perjalanan keliling dunia, pakaian mewah, makanan lezat, tanah milik dan uang simpanan. Lihatlah apa yang terjadi dengan orang-orang Kristen terakhir itu jika mereka menjadi puas, kaya, dilimpahi semua kesenangan dan tidak memerlukan apa-apa lagi. Mereka akan meninggalkan Allah dan mementingkan diri sendiri.'


Saya melihat bahwa mobil, pakaian, sepeda motor, dan semua macam materialisme akan merupakan rintangan yang lebih besar bagi orang Kristen daripada obat bius, sex dan alkohol. Saya menyaksikan banyak orang Kristen yang terikat dan tergoda oleh hal-hal materi. Mereka begitu asyik dengan benda-benda materi sehingga menjadi suam, buta, lemah dan telanjang rohaninya. Namun di tengah-tengah kekayaan materinya, mereka tidak senang dan sama sekali tidak puas.
Dalam vision saya, saya melihat Iblis berdiri sambil tertawa terbahak-bahak.

'Tengoklah orang-orang Kristen yang gila uang, rakus pakaian! Dihinggapi penyakit jaminan keamanan! Mereka menimbun uang! Membeli perkakas-perkakas baru! Mobil yang lebih besar! Dua atau tiga dibelinya! Membeli, menanam, menjual, menikah dan bercerai! Keadaan itu telah meruntuhkan generasi Lot . Dan akan menjangkau saudara juga. Lihatlah orang Kristen yang memperoleh gaji besar, hidup dengan enaknya, makan berlebih-lebihan. Mereka menjadi malas, suam suam saja dan menjadi makanan empuk si iblis! Allah limpahkan semua kepada mereka. Semua kekayaan itu dimiliki oleh banyak orang Kristen sehingga menjadikan tugas saya lebih mudah. Allah yang memiliki beribu-ribu hewan di gunung, tidak menginginkan harta milik manusia. Bukan rumahnya, mobil, pakaian, kapal motor ataupun papan peluncurnya. Dia hanya menginginkan tempat utama dalam hati orang yang menyebut dirinya sesuai dengan namaNya. (Kristen)
Peristiwa pengangkatan orang-orang Kristen secara tiba-tiba dari bumi ini tidak di duga-duga oleh mereka. Mereka terlalu sibuk dengan segala soal dan urusan hidup bermasyarakat sehingga mereka tidak mempuyai waktu, meskipun satu jam saja, untuk berbicara dengan Allah secara pribadi dalam kamar tertutup.
Saya melihat Iblis menghadap Allah lagi untuk menuduh orang Kristen akhir zaman :


'Tengoklah orang Kristen akhir zaman, pecandu televisi! Tengoklah, berjam-jam dilewatkannya menonton drama TV, lawak dan acara olah raga, tetapi tidak ada waktu untuk bersendirian dengan Allah. Dia memutuskan hubungan dengan Allah dengan memutar tombol. Dia berburu, memancing, bepergian, main golf, tenis dan basket. Dia pergi ke pesta atau nonton film, dan selalu pergi kesana kemari, tetapi dia tidak mempunyai waktu untuk membaca Alkitab atau berdoa.. Inikah orang Kristen jaman akhir yang seyogyanya hidup karena iman ? Inikah orangnya yang imannya dapat mengalahkan dunia? Inikah dia yang harus bersiap-siap untuk menghadapi masa penganiayaan dan kemelut dunia ? Apakah ini orang-orang Kristen yang suka pelesir, yang akan tertimpa keruntuhan dunia ini ?

Saya berharap dari uraian ini, kita mengerti bahwa kelimpahan dan kemakmuran itu adalah ujian terakhir sebelum pengangkatan. Saya berharap, sekalipun kita sedang atau akan dilimpahi dengan berkat-berkat materi, tetapi hati kita tidak bergeser menjadi cinta dunia dan menjauhi Tuhan karena kesibukan menikmati berkat-berkat materi itu. Karena sangkakala pengangkatan itu hanya didengar oleh anak-anakNya yang hatinya 'in touch' denganNya. Jangan buat iblis tertawa terbahak-bahak!
Saya merasa perlu melampirkan pesan seorang hamba Tuhan :
Ada 135 juta rakyat Indonesia sudah makan sehari sekali. Kita tidak punya banyak waktu, karena Iblis sudah menuntut Tuhan untuk menghancurkan Indonesia , karena kejahatan, kebenaran yang dijungkir-balikkan dan lain-lain.
Saya berharap, dari data ini kita tahu, kemana kita akan gunakan uang kita. Untuk membeli barang-barang elektronik mutakhir yang canggih-canggih, mobil mewah, pakaian-pakaian mewah dari desainer mancanegara, bahkan 'money politic', membeli pengaruh, membeli kekuasaan, memuliakan diri dan lain-lain yang dapat menyeret hati kita menjauhi Tuhan, atau memberikan uang itu untuk pekerjaan Tuhan, untuk penginjilan dan menolong banyak rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan, dan hati kita tidak bergeser dari cinta Tuhan. Atau kita pakai untuk berteriak-teriak menghina orang miskin ? Pilihan ada di tangan kita.