TAAT DAN BIJAKSANA


Kecenderungan manusia adalah mau menjadi bijaksana dan taat, tetapi kenyataannya sering terjadi yang sebaliknya.


BIJAKSANA

Apa pilihan jawaban kita dari pernyataan di bawah ini ?
IBU MANDUL, ANAKNYA JUGA MANDUL !

Pilihan jawaban :

a. Ya
b. Tidak

Maka kebanyakan dari kita akan menjawab : BELUM TENTU !
Bijaksana bukan jawaban kita “BELUM TENTU” ?

(Untuk direnungkan : Kalau ibu mandul bagaimana bisa ibu tersebut melahirkan seorang anak. Apalagi ada pernyataan anaknya mandul. Itu tidak masuk akal.)

Itulah kecenderungan manusia, mau kelihatan lebih "BIJAKSANA" atas jawabannya, idenya, pertimbangannya , dan lain sebagainya.

Yesaya 5:21
Celakalah mereka yang memandang dirinya bijaksana, yang menganggap dirinya pintar!

Mazmur 147:5
Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.



TAAT

Di dalam sebuah kelas, seorang guru menyuruh salah seorang murid untuk menirukan apa yang diucapkannya.
Guru : Buku, buku, buku ……..
Muridpun menirukan ….. : Buku, buku, buku ……..
Gurunya berkata lagi : Buku, buku, buku, buku ……..
Murid : Buku, buku, buku, buku ……
Gurunya bertanya : Berapa kali saya menyebutkan kata buku ?
Murid menjawab : 7 kali, pak .

Kelihatannya luar biasa sekali jawaban murid itu, betul ia telah menghitung bahwa kata “buku” telah disebutkan sebanyak 7 kali.

Tetapi bukan itu yang dikehendaki gurunya, yang dikehendaki meniru apa yang diucapkannya. (Berapa kali saya menyebutkan kata buku ? ). Bukan menyuruh si murid untuk menghitung berapa kata “buku” itu, (yaitu sebanyak 7 kali)
Seharusnya murid menirukan : Berapa kali saya menyebutkan kata buku ?
bukan “7 kali, pak”.

Manusia pertama jatuh ke dalam dosa karena ketidaktaatan.
Itulah bukti kecenderungan manusia, tidak "TAAT".

Amsal 13 : 13
Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.