MENJADI BERKAT

Bob Paul, salah seorang CEO tv kabel terkemuka, menyadari arti hidupnya melalui sebuah momen kehilangan.Disaat ia menggantungkan apa yang dia miliki dan seluruh hartanya kepada anak satu-satunya, anaknya justru dipanggil Bapa pulang ke surga. Akhirnya dia menyadari bahwa akhir dari tujuan hidup manusia bukanlah kesuksesan, melainkan bagaimana menjadi berkat bagi orang lain.

Dalam bukunya ‘The Hope Time’, Bob Paul menulis bahwa ada 4 tingkat kehidupan manusia; yaitu:

1. Struggle / pergumulan : Bob mengatakan bahwa setiap manusia setiap hari mengalami pergumulan. Dan tujuan mereka hanyalah satu, yaitu bagaimana keluar dari masalah itu dan menjadi sukses

2. Success / sukses : Sukses yang diraih ini, akan membuahkan pergumulan yang lain lagi, dan ingin mencari sukses lebih lagi. Hal ini akan terus menerus menjadi lingkaran setan yang tidak berhenti.
3. Significant / memberi arti : artinya hidup yang memberi dampak pada orang disekitarnya. Meningkat dari hidup untuk diri sendiri, naik menjadi saluran berkat kepada banyak orang.
Tuhan mau supaya kita merenungkan bagaimana kehidupan kita, apakah ada nilai (value) yang kita bagikan kepada orang lain? Atau hidup kita hanya melakukan pencapaian bagi diri kita sendiri?.
4. Surrender / penyerahan : yaitu hidup yang tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri tetapi bersandar sepenuhnya kepada Tuhan.
Seperti teladan Paulus; seorang yang sangat hebat, namun ia meninggalkan semuanya itu dan taat kepada kehendak Bapa. Itulah mengapa sebabnya ia menjadi berkat yang sangat besar bagi dunia ini.
Hari ini kita sadar, bahwa hidup tidak hanya berpusat pada diri sendiri. Tetapi harus hidup meningkat lebih lagi. Yaitu ke arah ’significant; dan ’surrender’, ; hidup yang bernilai Kerajaan Allah dan tidak mengandalkan kekuatan sendiri.
Mazmur 115:15 berkata bahwa Tuhanlah yang memiliki langit dan bumi. Dialah sumber berkat kita, segala berkat jasmani dan rohani telah dipenuhi oleh Tuhan untuk kita. Dengan tujuan supaya kita bisa menjadi jawaban bagi orang-orang yang membutuhkan.
Hidup kita harus memberi pengaruh kepada dunia ini, supaya mereka mengenal kasih Kristus yang besar
Kejadian 26:12, 27-28 menulis bagaimana Ishak mengalami hidup dalam berkat Tuhan dan menjadi saluran berkat yang luar biasa. Apa yang Tuhan janjikan melalui Pemazmur sudah dialami oleh Ishak, bagaimana ia menjadi sangat kaya, bukan karena kekuatannya tetapi karena ia diberkati oleh Tuhan, bahkan orang-orang yang iri kepadanya bisa melihat Tuhan didalam hidup Ishak. Seringkali kita tidak bisa mengalami berkat Tuhan karena membatasi janji Tuhan dengan pikiran kita sendiri.

Karena itu kita harus memegang janji Tuhan dengan 4 K :

1. Keterbukaan mata rohani kita terhadap janji Tuhan; belajarlah dari Yosua yang memiliki iman dengan mata rohani yang terbuka membawa bangsa Israel ke tanah Perjanjian.

2. Ketaatan; banyak orang tidak taat karena mau hidup dalam zona nyaman. Tetapi ketaatan sesungguhnya membawa berkat.

3. Kekudusan; (Yosua 3:5) orang yang tidak dikuduskan tidak dapat melihat Kerajaan Allah.

4. Kesatuan hati; ketika Yosua mengandalkan Tuhan, dan seluruh bangsa Israel bersatu hati, maka mereka bisa menghadapi tantangan yang besar. Mari, kita sebagai umat Tuhan rela untuk bersatu hati satu dengan yang lain, supaya kita memberkati Indonesia dan dunia bagi Kristus.

Tuhan yang telah menyucikan dan menguduskan kita didalam Kristus, membuat hati kita melihat dunia dengan belas kasihan Kristus, mari kita hadirkan Kerajaan Allah dimuka bumi ini dengan kasih Kristus, Amin.